Meeting with the Locals in Oepoli, East Nusa Tenggara

Updated: Nov 18




Kehidupan Indonesia Team had the opportunity to visit several areas in Oepoli, NTT to provide encouragement and motivation on how to care for children in the digital era like today properly. In general, they also experience problems such as a very high stunting rate in their area, a large number of pregnant teenage girls, a high number of various issues, a lack of awareness of personal and environmental hygiene, and limited access to clean water. The discussion went very well and the residents were quite active in asking questions.


After much discussion with local residents, we found that the children's excessive use of smartphones and the internet are the main concerns of their parents and guardians at this time.



The internet came to Oepoli recently. Information about how to use the internet is obtained by the children themselves on a self-taught basis. Using the internet is relatively easy for young children. Everything they need is available on the internet. All of the questions and answers that they need to know are in Google. It is so easy to find the answers they need.


The application they use the most is Facebook. This application grabs their attention almost every day and every moment. What's interesting for them about this application is that they can make friends with many new people they don't know at all from outside their area, even outside Indonesia. This makes them amazed, excited, proud, and curious. All feelings are mixed up, making them spend time getting to know what Facebook is and retrieving all the good and the bad information contained in it.





We listened to stories from the point of view of parents and grandparents who are caregivers of their grandchildren, that many of their children are already familiar with the internet and Facebook. There are even children who no longer want to be controlled using their smartphones, even though they are still in elementary school age.


When we heard it, we were concerned. However, we also encouraged parents not to worry too much about this. We motivated them to return to take on the role of parents, as holders of authority in the family. They are the ones who hold the rules and control in the house, of course, accompanied by showing love in word and deed. We support every family to be intimate again and establish good communication with each other. Not ashamed to show that the husband loves his wife, as well as them showing love to their children. In this way, in the future, we hope that children will know about love and relationships not from the internet or social media, but from within their own families.


We are grateful that their response was good enough to receive input from us for all the problems they are currently facing, and they are committed to making changes together in the future. Changes that come from each family, will certainly have an impact on changes in Oepoli, East Nusa Tenggara.



Pertemuan Dengan Warga Lokal Oepoli, NTT


Tim Kehidupan Indonesia berkesempatan mengunjungi beberapa rukun warga di Oepoli, NTT untuk memberikan dorongan dan motivasi tentang bagaimana cara pengasuhan anak-anak yang tepat di era digital seperti zaman sekarang ini. Secara umum mereka juga mengalami permasalahan-permasalahan seperti angka stunting yang sangat tinggi di wilayah mereka, banyaknya anak remaja perempuan yang hamil di luar nikah, tingginya angka kemiskinan, kurangnya kesadaran dalam kebersihan pribadi dan lingkungan, serta keterbatasan untuk mendapatkan air bersih. Diskusi berjalan dengan sangat baik dan warga cukup aktif dalam bertanya.


Setelah berdiskusi banyak dengan warga setempat, kami menemukan bahwa ternyata penggunaan smartphone dan internet yang terlalu banyak oleh anak-anak menjadi concern utama para orang tua dan wali mereka saat ini.


Internet masuk ke Oepoli belum lama ini. Informasi tentang bagaimana menggunakan internet itu didapatkan oleh anak-anak sendiri secara otodidak. Penggunaan internet memang tergolong mudah bagi anak-anak muda. Semua hal yang diperlukan oleh mereka sudah tersedia di internet. Semua pertanyaan dan jawaban yang muncul dalam diri mereka hanya sebatas ketikan mereka di Google.


Aplikasi yang paling banyak mereka gunakan adalah Facebook. Aplikasi ini menyita perhatian mereka hampir setiap hari dan setiap saat. Yang menarik untuk mereka dari aplikasi ini adalah mereka bisa berteman dengan banyak orang baru yang tidak mereka kenal sama sekali dari luar daerah mereka, bahkan di luar Indonesia. Hal itu membuat mereka kagum, exciting, bangga, dan penasaran. Semua perasaan bercampur aduk, membuat mereka menghabiskan waktu untuk mengenal apa itu Facebook dan dengan pengetahuan yang seadanya mengambil segala informasi yang terkandung di dalamnya.


Kami mendengarkan cerita dari sudut pandang orang tua dan kakek nenek yang menjadi pengasuh cucu-cucunya, bahwa anak-anak mereka memang sudah banyak yang mengenal internet dan Facebook. Bahkan ada anak-anak yang sudah tidak mau dikontrol penggunaan smartphone mereka, padahal mereka masih berusia anak-anak sekolah dasar.


Kami yang mendengarnya ikut prihatin. Namun kami juga mendorong untuk para orang tua tidak terlalu khawatir menghadapi perubahan zaman. Kami memotivasi mereka untuk kembali mengambil peran sebagai orang tua, sebagai pemegang otoritas dalam keluarga. Mereka lah yang memegang peraturan dan kendali di rumah, tentu saja dibarengi dengan menunjukkan kasih di dalam perkataan dan perbuatan. Kami mendukung setiap keluarga untuk kembali mesra, dan menjalin komunikasi yang baik satu sama lain. Tidak malu menunjukkan bahwa ayah sayang dengan ibu, begitu juga ayah ibu dengan anak-anaknya. Dengan begitu, ke depannya diharapkan anak-anak mengenal kasih dan hubungan bukan dari dunia internet atau sosial media, melainkan di dalam keluarga mereka sendiri.


Kami bersyukur karena respon mereka cukup baik menerima masukan-masukan dari kami untuk semua permasalahan yang sedang mereka hadapi, dan mereka berkomitmen untuk melakukan perubahan bersama-sama ke depannya. Perubahan yang berasal dari masing-masing keluarga, pastinya juga akan berdampak bagi perubahan di Oepoli, NTT.




0 views0 comments